Jika Dalil 5 Bab Itu Bithonah Kenapa Dalil Surat An' Nisa Ayat 59 Tidak Di Bithonahkan ? -->

My Blog List


 

Jika Dalil 5 Bab Itu Bithonah Kenapa Dalil Surat An' Nisa Ayat 59 Tidak Di Bithonahkan ?

Penulis : Admin New Jurnalis
Sunday, November 27, 2022

MENETAPI QHJ DGN CARA 5 PERKARA ATAU 5 BAB SECARA MANGKUL MUSNAD MUTASIL TEORI PRAKTEK SAMPAI FAHAM DGN DINIATI KRONO ALLOH WAJIB  MASUK SYURGA*

بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــم*

Assalamoe alaikum Warrokhmatullohi Wabarokatuh

Dikalàngan umat islam banyak yang merasa bahwa diri telah menjalankan Ibadah sesuai Agama islam yang sesuai  sesuai dengan AL Jama’ah padahal siapakah Mereka ini ,🙏..sedangkan *JAMAAH* adalah cara pasti masuk syurga selamat dari Neraka untuk memahaminya tentang Jamaah kita Harus bisa menjawab simulasi  3 pertanyaan ini =

_1.sabda Rosululloh..Sesungguhnya perbuatan orang tidak bisa masuk Syurga karena Amalannya..?!!!_

_2.sabda Rosululloh ada 73 golongan islam tapi hanya satu yang bisa masuk syurga ?!!!_

_3.Sabda Rosululloh Satu jengkal saja  keluar dari Jamaah maka lepaslah tali Islam dari lehernya..walaupun orang tersebut puasa sholat walau menyangka bahwa dirinya MASIH ISLAM....?

Adapun mereka adalah orang-orang yang mengikuti cara hidup Rasulullah dan para sahabat beliau. Mereka adalah orang-orang yang berpegang teguh pada sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka adalah para sahabat beliau sendiri, para tabi’in, para imam yang mengikuti petunjuk dan mengikuti kehidupan mereka serta menjauhi perbuatan bid’ah di mana pun dan kapan pun juga. Mereka akan tetap ada dan selalu mendapatkan pertolongan dari Allah sebagai thoifah mansuroh hingga hari Kiamat.

Mereka disebut sebagai orang yang menetapi *Al Jamaah*  karena mereka mengorientasikan diri mereka kepada sunah dan karena mereka bersatu untuk mengamalkan sunnah itu secara kaffah  lahir dan batin,ma ana alaihi waaskhabi  dalam ucapan, perbuatan dan keyakinan. Secara mangkul berisnad mutasil Theory praktek

Dari Auf bin Malik Radhiyallahu ‘anhu  diriwayatkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. “Artinya : Yahudi dahulu terpecah menjadi tujuh puluh satu golongan ; satu golongan masuk Surga, tujuh puluh golongan masuk Neraka. Nasrani terpecah menjadi tujuh puluh dua golongan ; satu golongan masuk Surga, tujuh puluh satu yang tersisa masuk Neraka. Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tanganNya : umatku akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga golongan ; satu golongan masuk Surga dan tujuh puluh dua lainnya masuk Neraka. “ Ada sahabat yang bertanya : “Wahai Rasulullah ! Siapa mereka yang masuk Surga itu ?” Beliau menjawab : “Mereka adalah Al-Jama’ah”
.
Dalam riwayat lain oleh At-Tirmidzi dari Abdullah bin Amru diriwayatkan bahwa para sahabat bertanya : ‘Siapakah mereka wahai Rasulullah ?” Beliau menjawab. “Artinya : Orang yang mengikuti jalan hidupku dan para sahabatku” [Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dalam Sunnan-nya, dalam kitab Al-Iman, bab : Riwayat Tentang Terpecahnya Umat V : 26, nomor 2641.
Lalu Nabi melanjutkan sabdanya : Ana amarokum bikhomsin Allohu amaroni bihinna AlJamaatu wasam u wathoatu walhijrotu waljihadu fisabilillah..
banyak sudah sejarah di negeri ini yang mencoba menegakan Al jamaah  namun banyak yang mengalami kegagalan.  sedangkan sebagai warga Ahlu sunnah wal jamaah kita harus tahu apa itu
Pondasi jadinya Jamaah itu?? Pondasi jadinya Aljamaah itu  dari 3 (tiga) Dalil :yakni

_1. Sabda Nabi SAW: Sesungguh kelakuan tidak bisa masuk syurga seseorang dengan hanya mengandalkan Amalannya lalu bertanya sohabat ..Walau engkau Ya YaRisululloh ?? lalu nabi bersabda Walau saya !!! lalu nabi bersabda kecuali amalan itu diselongsongi  Rokhmat Alloh_

_2.Dalil kedua Satu Jengkal saja seseorang Keluar dari Jamaah maka Gugurlah Tali Islam dari lehernya meskipun dia  Sahadat  sholat zakat puasa Haji....Loh!!!ini Jamaah Apaan. ...ya!!???!!! kok dahsyat sekali_

_3.Dalil ketiga Sabda Nabi SAW : Aku perintah kalian pada 5 perkara dan Alloh perintah pada saya 5 *Perkara* ini .Yaitu :_

1.Aljamatu
2.Wasam`u
3.Wathoatu
4.WalHijrotu
5.Waljihadu Fisabilillah

Inilah perintah 5 perkara yang Alloh perintahkan kepada Nabi Muhammad SAW lalu kemudian Nasehat 5 perkara ini terus dinasehatkan dan diperjuangkan terus oleh *AHNH* hingga akhir hayat beliau

adapun istilah 5 perkara jadi 5 *bab* inilah sejarahnya
jadi Nasehat 5 bab yg selalu disampaikan dlm jamaah itu merupakan nasehat pokok dan pokoknya nasehat *(WAJIB)*

Sanda Rosukulloh SAW
Musnad Imam Ahmad No 7167

حَدَّثَنَا يَزِيدُ أَخْبَرَنَا إِسْمَاعِيلُ عَنْ زِيَادٍ الْمَخْزُومِيِّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَدْخُلُ أَحَدُكُمْ الْجَنَّةَ بِعَمَلِهِ قَالُوا وَلَا أَنْتَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ وَلَا أَنَا إِلَّا أَنْ يَتَغَمَّدَنِي اللَّهُ مِنْهُ بِرَحْمَةٍ وَفَضْلٍ وَوَضَعَ يَدَهُ عَلَى رَأْسِهِ

Telah menceritakan kepada kami Yazid telah mengkabarkan kepada kami Isma'il dari Ziyad Al Makhzumi dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah ﷺ bersabda: "Salah seorang dari kalian tidak akan masuk surga dengan amalnya." Para sahabat bertanya; "Tidak juga dengan engkau wahai Rasulullah?" Beliau menjawab: "Tidak juga dengan aku, namun Allah telah melimpahkan kepadaku rahmat dan kemuliaan-Nya, Dan beliau baginda  juga meletakkan (isyarah)  tangan-a di atas kepalaku."
Penguat hadits imam ahmad no 7167

Shahih Muslim No 5040

و حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ حَاتِمٍ حَدَّثَنَا أَبُو عَبَّادٍ يَحْيَى بْنُ عَبَّادٍ حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ سَعْدٍ حَدَّثَنَا ابْنُ شِهَابٍ عَنْ أَبِي عُبَيْدٍ مَوْلَى عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَنْ يُدْخِلَ أَحَدًا مِنْكُمْ عَمَلُهُ الْجَنَّةَ قَالُوا وَلَا أَنْتَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ وَلَا أَنَا إِلَّا أَنْ يَتَغَمَّدَنِيَ اللَّهُ مِنْهُ بِفَضْلٍ وَرَحْمَةٍ

Telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Hatim telah menceritakan kepada kami Abu Abbad Yahya bin Abbad telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Sa'ad telah menceritakan kepada kami Ibnu Syihab dari Abu 'Ubaid budak Abdurrahman bin Auf, dari Abu Hurairah berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: "Tidak ada seorang pun yang dimasukkan surga Karena  amalnya." Dikatakan: Tidak juga Tuan, wahai Rasulullah? beliau menjawab: "Tidak juga aku, kecuali bila Rabbmu melimpahkan karunia dan rahmat padaku."

oleh karena jamaah adalah Rahmat maka beramal* *dalam Jamaah bila salah Alloh mengampuni dan bila Benar Alloh menerima
Jadi Kesimpulannya Jamaah adalah Rohmat dan menetapi Jamaah adalah  Surga dan dengan alasan apapun kok TIDAK bisa menetapi  jamaah maka ancamanya adalah  Neraka

Apabila ada pengurus / pengatur dlm memberikan nasehat tidak menyambung & tidak  memperkuat Alloh Rosul tentang 5 bab berarti nasehatnya tdk sempurna alias   KOYAH MENTHOL

Sejarah Pertama kali nasehat Perkara ( 5 Bab ) ini disampaikan oleh bp KH Nur Hasan al Ubaidah Lubis di Kertosono pd th 1968 dihadapan 4 org yaitu :

1. Bp Nur Hasyim (alm)
2. Bp Nur Zain (alm)
3. Bp Yasin (alm)
4. Bp Tojin (msh hidup)

Berdasarkan ilmu mangkul yg beliau terima  menjelaskan bahwa :
5 bab itu bukan ijtihad Bp KH Nur Hasan al Ubaidah Lubis melainkan memperkuat perintah ALLOH & ROSUL

ROSULULLOH SAW bersabda

*قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَنَا آمُرُكُمْ بِخَمْسٍ اللَّهُ أَمَرَنِي بِهِنَّ الْجَمَاعَةُ السَّمْعُ وَالطَّاعَةُ وَالْجِهَادُ وَالْهِجْرَةُ فَإِنَّهُ مَنْ فَارَقَ الْجَمَاعَةَ قِيدَ شِبْرٍ فَقَدْ خَلَعَ رِبْقَةَ الْإِسْلَامِ مِنْ عُنُقِهِ إِلَّا أَنْ يَرْجِعَ وَمَنْ ادَّعَى دَعْوَى الْجَاهِلِيَّةِ فَإِنَّهُ مِنْ جُثَا جَهَنَّمَ فَقَالَ رَجُلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَإِنْ صَلَّى وَصَامَ قَالَ وَإِنْ صَلَّى وَصَامَ فَادْعُوا بِدَعْوَى اللَّهِ الَّذِي سَمَّاكُمْ الْمُسْلِمِينَ الْمُؤْمِنِينَ عِبَادَ اللَّهِu
عن أنس رضي الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم*

:" مَا مِن مُسلم يَغرِسُ غَرْسًا أو يَزرَعُ زَرْعًا فيأكُلُ مِنه طَيرٌ أو إنسَانٌ أو بهيْمَةٌ إلا كان لهُ بهِ صَدقَةٌٌ ". رواه النسائي

_Aku perintahkan pada kamu sekalian 5 perkara , Alloh memerintahkan padaku 5 perkara yaitu :_

1. Jamaah
2. Mendengarkan
3. Tho'at
4. Hijroh
5. Jihad fii sabilillah

*Adapun makna secara mangkulnya* pada tahun 1968 yaitu :

1. Ngaji (Mendengarkan)
2. Ngamal (Hijroh)
3. Membela (Jihad)
4. Sambung (Jamaah)
5. Tho'at

lalu ada yang bertanya  kok susunannya tidak sama dengan lafal dalilnya..?..lalu dijawab oleh ABAH ..mocomu bahasa Arab opo Bahasa Indonesia..kalau bahasa Arab bacanya maju mundur

Adapun Formasi 5 Perkara
1⃣2⃣3⃣4⃣5⃣
Formasi 5 Bab
2⃣4⃣5⃣1⃣3⃣

Kemudian Barang siapa yg keluar dari jamaah satu jengkal (salah satu dr 5 bab)* maka sungguh" lepas tali islam dari lehernya baiat dr lehernya kecuali jika mau bertaubat dan barang siapa yg mengajak dgn ajakan jahiliyah *(selain 5 bab) maka mereka termasuk bagian dari penghuni Neraka Jahanam , para sahabat bertanya wahai Rosululloh : walaupun mrk msh mengerjakan Puasa & Sholat ? Jawabanya  *Rosul walaupun mrk msh mengerjakan Puasa & Sholat bahkan menyangka kalau dirinya Muslim*

(HR. Attirmidzi dan Ahmad)*Nomor Hadits 17132
Kitabul Adillah hal  42
Kitabul Imaroh Hal 61

Kalau ada org / golongan tertentu yg mengatakan bahwa 5 bab adalah bid'ah , karangan Bp KH Nur Hasan al Ubaidillah Lubis berarti itu pernyataan yg *SALAH / BODOH / FITNAH / DUSTA mereka bertujuan ingin mempengaruhi jamaah spy goyah kefahamannya /goyah  keimanannya shg akhirnya *KELUAR DARI JAMAAH*

Adapun sejarah jadinya Jamaah adalah
Jadinya Jamaah di Arab Saudi itu di Madinah sedangkan sejarah Jadinya Jamaah di Indonesia  ini adalah di Desa GadingMangu kecamatan Perak Kabupaten Jombang jawa timur Indonesia

Sebab Jadinya muhajir adalah jadinya Jamaah Tidak* jadinya Muhajir tidak jadinya Jamaah*

Selanjutnya Nasehar beliau yang di ulang ulang adalah  kita agar selalu bisa sodaqoh Jariyah  dan bila tidak mampu untuk sodaqoh maka kita hendaklah menanam tanama tanaman Barokah yakni Asem Jarak Besaran atau tanaman produktif lainya karena  minimal bila ada yang memanfaatkan pohon Narokah tersebut baik  daun atau buah dari pohon yang kita tanam maka itu dicatat sebagai sodaqoh dan  kita yang telah menanam pohon tersebut  mendapat pahala sodaqoh jariyah sebagaimana sabda Rasululloh SAW

مَا مِن مُسلم يَغرِسُ غَرْسًا أو يَزرَعُ زَرْعًا فيأكُلُ مِنه طَيرٌ أو إنسَانٌ أو بهيْمَةٌ إلا كان لهُ بهِ صَدقَةٌٌ ". رواه النسائي
Tidak ada dari seorang muslim yang menanam suatu tanaman atau tanaman biji bijian kemudian dimakan burung atau binatang atau manusia semisal (mbok Rondo) atau orang yang memerlukan poho tersebut maka itu akan  dicatat oleh malaikat sebagai pahala jariyah Shodaqoh..!!!
الحمد لله
جزاكم الله خيرا

Catatan : Mangqul Isnad Muttasil Dari Tojin Dari KH.Nurhasan Al Ubaidah Lubis